Sebagai bagian dari program Dai 3T Kementerian Agama RI, Syamsuri memberikan materi bertajuk Persiapan Menyongsong Usia Menikah kepada siswa-siswi tingkat SMA se-Kecamatan Pamekasan dalam kegiatan Pesantren Ramadhan di Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan. Materi ini disampaikan dalam dua sesi, yakni pada Jumat, 21 Maret 2025 untuk peserta putra dan Senin, 24 Maret 2025 untuk peserta putri.
Tema ini diangkat sebagai respons terhadap fenomena pernikahan usia dini yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk di Madura. Berbagai faktor seperti tekanan sosial, kondisi ekonomi, serta minimnya pemahaman tentang kesiapan berkeluarga menjadi pendorong utama maraknya pernikahan di usia muda.
Dalam penyampaian materinya, Syamsuri menekankan bahwa pernikahan dini membawa dampak yang tidak bisa dianggap remeh, mulai dari risiko kesehatan bagi ibu dan anak, ketidaksiapan emosional dalam menghadapi kehidupan rumah tangga, hingga permasalahan ekonomi yang kerap menjadi pemicu konflik dalam keluarga. Bahkan, tidak sedikit kasus perceraian yang bermula dari ketidaksiapan pasangan muda dalam menjalani pernikahan.
"Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa pernikahan bukan sekadar memenuhi ekspektasi sosial, tetapi juga menuntut kesiapan dalam berbagai aspek kehidupan," ujar Syamsuri dalam sesi diskusi.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para siswa dan siswi memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pendewasaan usia pernikahan. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat merencanakan masa depan dengan lebih matang dan memiliki kesiapan yang optimal sebelum memasuki jenjang pernikahan.
calendar_today 2026-05-04
visibility 99
calendar_today 2026-05-01
visibility 165
calendar_today 2026-04-30
visibility 41
calendar_today 2026-04-29
visibility 66
calendar_today 2026-04-27
visibility 180
calendar_today 2026-04-23
visibility 57