Oleh: Drs. Mulyono, MA *)
Dan katakanlah; Bekerjalah kamu
maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang
beriman dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui yang gaib dan
yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan"
[QS At-Taubah [09] ayat 105].
Ayat diatas memotivasi manusia
untuk beramal dan bekerja. Menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar
menyebutkan, 'janganlah berhenti beramal, melainkan teruslah beramal. Karena
nilai kehidupan ditentukan amal yang bermutu. Maka tidak boleh seorang muslim
'waktunya kosong' tanpa melakukan amal apapun.
Prof Quraish Shihab dalam Tafsir
Al- Misbah mengomentari ayat diatas, bahwa umat Islam harus memiliki 'etos
kerja' yang tinggi dengan 'karakter kerja keras'. Ibnu Qayyim al-Jauziyah
menekankan pentingnya bekerja keras serta menjaga disiplin dan tanggung jawab
dalam bekerja. David McClelland psikolog dari Amerika Serikat memperkenalkan
sebuah teori N-Ach [Need for Achievement], yakni tentang kebutuhan untuk
mencapai kesuksesan dan dorongan untuk meraih prestasi dalam bekerja. Dengan
teori N-Ach, orang yang bekerja di instansi pemerintah atau swasta, tidak hanya
bekerja sekedar mengejar upah dan gaji. Tapi bekerja dengan mencurahkan seluruh
kemampuan dan keahlian, berinovasi dan berkreasi untuk berpretasi.
Dengan injeksi N-Ach menyulut bara
semangat bekerja untuk berprestasi. Nilai kerja tidak hanya sekedar presensi
kehadiran dan terima gaji dan upah. Injeksi N-Ach mengalirkan spirit dan
menumbuhkan "etos kerja" dengan disiplin, tidak santai dan
berleha-leha. Pekerjaan tidak pernah "delay" [terlambat dan
tertunda]. Bekerja dengan target dan waktu capaian.
"etos" sungguh- Bekerja
keras, Nabi saw
Bekerja dengan sungguh dan
produktif. tangkas dan trengginas. bersabda, "Sesungguhnya Allah mencintai
seorang mukmin yang berkerja keras" [HR Tirmidzi]. Seorang muslim bekerja
merupakan manifestasi ibadah kepada Allah swt. yang menjunjung nilai-nilai
integritas dan professionalitas.
Injeksi N-Ach menjadi pemantik untuk bekerja dengan meninggalkan jejak karya dan prestasi dalam catatan sejarah. Bekerja tidak semata-mata memandang upah, tapi bagaimana menorehkan "prestasi" dan "rekam jejak" yang dapat dijadikan 'uswah' [tauladan] bagi generasi yang akan datang.
*)Penulis adalah Kepala KUA Kecamatan Tlanakan
calendar_today 2026-05-04
visibility 78
calendar_today 2026-05-01
visibility 151
calendar_today 2026-04-30
visibility 41
calendar_today 2026-04-29
visibility 66
calendar_today 2026-04-27
visibility 180
calendar_today 2026-04-23
visibility 57