account_circle admin
calendar_month 10 July 2025

Lewat FGD, Kemenag Pamekasan Siapkan Langkah Taktis Hadapi Potensi Konflik Keagamaan

Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, Kamis (10/7/2025). Bertempat di Aula H. Thabrani Kantor Kemenag setempat, kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan di Kabupaten Pamekasan.

FGD ini merupakan bagian dari implementasi program strategis Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI yang mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 332 Tahun 2023. Regulasi tersebut mengatur tentang Sistem Peringatan Dini terhadap konflik sosial yang bernuansa keagamaan, yang menjadi perhatian serius di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia.

FGD tersebut dihadiri oleh unsur Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, FKUB, Muslimat NU, Aisyiyah, Kepala KuA, para Penyuluh Agama Islam, Pokja Majelis Taklim serta mitra media lokal dari Radio Karimata FM. Diskusi berlangsung hangat namun serius, membedah akar-akar penyebab konflik serta solusi deteksi dini yang dapat diterapkan di lapangan.

Plt. Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Pamekasan, Ilyasak, dalam paparannya menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Ia menyebut bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar keberagaman tidak menjadi sumber konflik, melainkan berkah bagi negeri ini.

“Kemajemukan itu adalah sunnatullah. Dalam Al-Baqarah ayat 62 dijelaskan bahwa keragaman adalah bagian dari kehendak Tuhan. Tinggal bagaimana kita merawatnya dengan sinergi lintas agama dan organisasi,” tegasnya di hadapan peserta.

Menurut Ilyasak, deteksi dini merupakan langkah cepat dan tepat untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan. Ia menegaskan bahwa peran penyuluh agama sangat strategis karena mayoritas dari mereka juga tergabung dalam FKUB dan aktif di ormas keagamaan.

Tak hanya itu, penyuluh juga diharapkan mampu menghimpun serta menganalisis informasi di lapangan secara akurat, untuk kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Ke depan, kita akan bentuk tim deteksi dini. Tim ini akan menjadi mata dan telinga Kemenag dalam membaca situasi dan meredam potensi konflik di masyarakat,” tandasnya.


Komentar