Untuk mengimplementasikan program
Nasional Kementerian Agama dalam rangka menopang pembangunan pertahanan
keluarga, Seksi Bimas melakukan Rakor Pelibatan Masyarakat Dalam Program
Ketahanan Keluarga. Kegiatan ini melibatkan unsur Kepala KUA, Penyuluh, PCNU,
LKKNU dan Satgas Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU). Rakor ini
diselenggarakan untuk merumuskan langkah
kerjasama dan kemitraan dalam memberikan layanan dan bimbingan masalah keluarga
maslahah.
Ilyasak, Kepala Seksi Bimas Islam
menegaskan bahwa program Ketahanan Keluarga ini merupakan perwujudan visi
Kementerian Agama Tahun 2020-2024 yaitu : “Kementerian Agama yang profesional
dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul
untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian
berdasarkan gotong royong.” Bahwa sebagai pengejawentahan membangun
masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul, diimplementasikan dengan
program bimbingan keluarga maslahah. Oleh karena itu, dalam melakukan program
bimbingan keluarga maslahah ini dibutuhkan keterlibatan masyarakat, salah
satunya dengan bekerja sama dengan organisasi masyarakat yang memiliki program
layanan bimbingan langsung kepada masyarakat seperti Nahdlatul Ulama.
Ilyasak menegaskan “untuk tahun 2023,
program Bimbingan Keluarga Malsahah Kabupaten Pamekasan mendapat kouta sebanyak
95 desa. Pelaksanaan program ini dengan melibatkan Satgas GKMNU ditiap
kecamatan.”
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Pamekasan, Mawardi menyampaikan bahwa tingginya angka perceraian, jumlah perkawinan
anak di Indonesia yang merupakan tertinggi ke 2 di Asia Tenggara, stunting dan
masih tingginya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi tantangan
tersendiri bagi Kementerian Agama. Menghadapi hal tersebut, Kemenag
melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bekerja
sama dengan PBNU telah membuat program ketahanan keluarga.
Menurut
Mawardi, untuk bisa menjadi bangsa yang berkualitas harus dimulai dari
masyarakat yang berkualitas. Masyarakat berkualitas dimulai dari keluarga yang
berkualitas. "Untuk menghasilkan keluarga yang betkualitas dimulai dari
pernikahan yang befkualitas, dan pernikahan berkualitas dimulai dari bimbingan
pernikahan yang berkualitas," tuturnya.
KH. Zainul Hasan, wakil Ketua PCNU
Pamekasan, menyampaikan sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama
Kabupaten Pamekasan yang telah menjadikan mitra kerja dalam program Bimbingan Keluarga
Maslahah. Harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi media khidmah bagi NU dan
Kementerian Agama untuk selalu hadir dalam kehidupan masyarakat memberikan pelayanan
yang terbaik untuk kejayaan bangsa.
calendar_today 2026-05-04
visibility 99
calendar_today 2026-05-01
visibility 166
calendar_today 2026-04-30
visibility 41
calendar_today 2026-04-29
visibility 66
calendar_today 2026-04-27
visibility 180
calendar_today 2026-04-23
visibility 57