account_circle admin
calendar_month 23 November 2023

Rakor Pelibatan Masyarakat Dalam Program Ketahanan Keluarga Bersama PCNU, LKKNU dan Satgas GKMNU

Untuk mengimplementasikan program Nasional Kementerian Agama dalam rangka menopang pembangunan pertahanan keluarga, Seksi Bimas melakukan Rakor Pelibatan Masyarakat Dalam Program Ketahanan Keluarga. Kegiatan ini melibatkan unsur Kepala KUA, Penyuluh, PCNU, LKKNU dan Satgas Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU). Rakor ini diselenggarakan untuk   merumuskan langkah kerjasama dan kemitraan dalam memberikan layanan dan bimbingan masalah keluarga maslahah.

 

Ilyasak, Kepala Seksi Bimas Islam menegaskan bahwa program Ketahanan Keluarga ini merupakan perwujudan visi Kementerian Agama Tahun 2020-2024 yaitu : “Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.” Bahwa sebagai pengejawentahan membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul, diimplementasikan dengan program bimbingan keluarga maslahah. Oleh karena itu, dalam melakukan program bimbingan keluarga maslahah ini dibutuhkan keterlibatan masyarakat, salah satunya dengan bekerja sama dengan organisasi masyarakat yang memiliki program layanan bimbingan langsung kepada masyarakat seperti Nahdlatul Ulama.

Ilyasak menegaskan “untuk tahun 2023, program Bimbingan Keluarga Malsahah Kabupaten Pamekasan mendapat kouta sebanyak 95 desa. Pelaksanaan program ini dengan melibatkan Satgas GKMNU ditiap kecamatan.”

 

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Mawardi menyampaikan bahwa tingginya angka perceraian, jumlah perkawinan anak di Indonesia yang merupakan tertinggi ke 2 di Asia Tenggara, stunting dan masih tingginya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian Agama. Menghadapi hal tersebut, Kemenag  melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bekerja sama dengan PBNU telah membuat program ketahanan keluarga.

Menurut Mawardi, untuk bisa menjadi bangsa yang berkualitas harus dimulai dari masyarakat yang berkualitas. Masyarakat berkualitas dimulai dari keluarga yang berkualitas. "Untuk menghasilkan keluarga yang betkualitas dimulai dari pernikahan yang befkualitas, dan pernikahan berkualitas dimulai dari bimbingan pernikahan yang berkualitas," tuturnya.

KH. Zainul Hasan, wakil Ketua PCNU Pamekasan, menyampaikan sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan yang telah menjadikan mitra kerja dalam program Bimbingan Keluarga Maslahah. Harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi media khidmah bagi NU dan Kementerian Agama untuk selalu hadir dalam kehidupan masyarakat memberikan pelayanan yang terbaik untuk kejayaan bangsa.

Komentar